NADIKABAR.COM — Anggota Komisi VII DPR RI Athari Gauthi Ardi meminta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak menjadi perhatian utama dalam penanganan bencana banjir yang melanda dua kecamatan di Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu.

Ia mengharapkan proses evakuasi berjalan cepat, terutama bagi warga yang masih terjebak banjir dan membutuhkan pertolongan.

"Dalam situasi seperti ini, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Warga yang terdampak perlu segera mendapatkan pertolongan dan dipastikan berada di tempat yang aman," kata Athari dalam keterangannya di Jakarta.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumbar I itu juga menekankan pentingnya kehadiran petugas di lapangan untuk memastikan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memerlukan penanganan khusus.

"Jangan sampai ada warga yang kesulitan mendapatkan bantuan. Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan tempat berlindung harus diperhatikan agar masyarakat bisa melewati kondisi darurat ini dengan baik," ucapnya.

Ia juga mengharapkan penanganan banjir tidak hanya berfokus pada evakuasi saat kondisi darurat, tetapi juga memperhatikan pemulihan warga setelah banjir surut.

"Setelah kondisi mulai membaik, masyarakat juga perlu mendapat perhatian agar bisa kembali beraktivitas dengan aman. Kita berharap seluruh warga terdampak diberi keselamatan dan situasi segera pulih," ujar Athari.

Diketahui, banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur Kota Padang sejak Sabtu siang. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Kecamatan Koto Tangah dan Kecamatan Kuranji menjadi wilayah yang terdampak cukup parah.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengatakan petugas saat ini berfokus mengevakuasi warga yang terjebak banjir.

"Fokus kita saat ini melakukan evakuasi warga yang terjebak," katanya.

Di Kecamatan Kuranji, kawasan Guo Lapau Munggu menjadi salah satu titik terdampak paling parah. Sementara di Kecamatan Koto Tangah, banjir melanda kawasan Lumin Park dan Kampung Apa.

"Sejauh ini laporan dari dua kecamatan. Kecamatan Kuranji dan (Kecamatan) Koto Tangah," ujarnya.

Hendri mengatakan banjir juga terjadi di sejumlah wilayah lain, meski dampaknya tidak separah di titik-titik tersebut.

"Terparah di sana. Memang ada di daerah lain, namun tidak separah lokasi-lokasi itu (Guo Kuranji dan Lumin Park)," ungkapnya.