NADIKABAR.COM — Anggota Komisi V DPR Hamka B Kady menyoroti aspek keselamatan pelayaran usai tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Dia meminta pemerintah mengevaluasi regulasi dan pengawasan keselamatan kapal.
"Persoalan keselamatan pelayaran ini bukan pertama kali saya soroti. Berulangnya kecelakaan kapal menunjukkan masih adanya persoalan dalam pemeriksaan kelaiklautan, penerbitan Surat Persetujuan Berlayar, akurasi manifes, pengawasan muatan, koordinasi informasi cuaca, serta kesiapan alat keselamatan," ujar Hamka kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).
Hamka meminta Basarnas dan seluruh unsur SAR terus memaksimalkan pencarian korban. Dia menilai kecelakaan tersebut menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan pelayaran.
Hamka juga menyoroti usia KMP Virgo Transport 8 yang dibangun di Jepang pada 1987 atau sekitar 39 tahun. Menurutnya, usia kapal tak otomatis membuat kapal tak laik laut. Namun, usia dan riwayat operasional perlu menjadi pertimbangan dalam pemeriksaan kondisi kapal.
"Kementerian Perhubungan perlu membuka hasil pemeriksaan terakhir kapal, status klasifikasi, riwayat perawatan, hasil pengujian stabilitas, serta dasar Syahbandar menerbitkan SPB. Jangan sampai keselamatan kapal hanya dinyatakan berdasarkan kelengkapan dokumen, tanpa memastikan kondisi aktual di lapangan," katanya.