Asep merujuk pada data pemantauan Kemenkes hingga awal November 2026 yang mencatat lonjakan drastis kasus ISPA, termasuk tambahan 3.906 kasus baru hanya dalam tempo satu hari. Lonjakan kasus itu diketahui paling banyak mengancam kelompok rentan, seperti balita sebanyak 91.913 kasus, lansia 56.092 kasus, hingga ratusan ibu hamil.
βJangan sampai masyarakat yang terpapar asap kesulitan mendapatkan pertolongan medis. Puskesmas dan rumah sakit di wilayah terdampak harus memiliki kesiapan tenaga medis, obat-obatan, serta fasilitas oksigen yang memadai,β katanya.
Asep juga menyoroti tren peningkatan kasus yang masih terjadi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat, meskipun beberapa wilayah lain mulai membaik. Kemenkes dan pemerintah daerah lalu diminta untuk memprioritaskan penerjunan posko medis keliling ke daerah terpencil yang jauh dari fasilitas kesehatan.