NADIKABAR.COM — Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania meminta pemerintah untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di Arab Saudi, maupun yang sedang beribadah umrah, usai adanya serangan dari militan Houthi.

Dini dalam keterangan di Jakarta, Sabtu mengatakan KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah perlu terus memperkuat koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan memastikan perkembangan situasi keamanan.

Adapun, Arab Saudi sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan darurat pada Selasa (15/9) terkait "potensi bahaya" di Jeddah, Mekkah, dan Taif di tengah meningkatnya bentrokan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

"Informasi dan arahan kepada jamaah juga harus disampaikan secara cepat dan jelas melalui saluran resmi," kata Dini.

Selain itu, dia mengimbau jamaah umrah untuk tidak panik, tetap tenang, dan tetap waspada. Menurut dia, WNI perlu mengikuti setiap instruksi resmi dari otoritas Arab Saudi maupun perwakilan Republik Indonesia, serta utamakan informasi dari sumber resmi.

"Dengan tetap tenang dan mengikuti arahan yang ada, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa mengabaikan aspek keselamatan," ujarnya.

Sebelumnya, Liga Arab mengecam keras serangan kelompok Houthi dari Yaman yang menargetkan wilayah Taif di Arab Saudi dengan menggunakan pesawat nirawak (drone) pada Sabtu.

Organisasi regional itu juga menyampaikan belasungkawa dan simpati mendalam kepada keluarga korban, pemerintah, dan rakyat Kerajaan Arab Saudi, seraya mendoakan kesembuhan bagi korban luka.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, melalui perwakilannya, juga telah memberikan peringatan dan imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di sana.