Dia juga menyoroti persoalan judol di Jawa Barat, yang berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), menjadi salah satu provinsi dengan transaksi judol tertinggi di Indonesia dan berada di lima besar dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut dia, persoalan ini harus menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dampak judol tidak hanya berkaitan dengan kerugian ekonomi, tetapi juga menyangkut ketahanan keluarga dan masa depan anak.
Untuk itu, Abdullah pun berharap ada solusi nyata dari pimpinan daerah Jawa Barat bersama pemangku kepentingan terkait untuk menyelesaikan persoalan judol ini. Jangan sampai warga Jawa Barat menghadapi masalah judol ini sendirian.
"Lakukan mitigasi secara menyeluruh,” katanya.