NADIKABAR.COM — Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mengatakan bahwa penanganan krisis air bersih membutuhkan kehadiran negara sekaligus kekuatan masyarakat di tingkat akar rumput.

Menurut dia, air bersih merupakan kebutuhan primer yang tidak boleh menjadi kemewahan bagi masyarakat, terlebih ketika kekeringan membuat akses warga semakin terbatas.

“Air bersih adalah kebutuhan primer. Ketika warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, kita tidak boleh tinggal diam. Gotong royong dan respons cepat harus dilakukan," kata Novita dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin.

Dalam hal ini, dia pun bersama Relawan Kawulo Alit telah menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Ngulan Etan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jumat (25/9). Aksi tersebut, kata dia, menjadi respons cepat atas kesulitan warga mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Armada tangki air bersih didistribusikan ke sejumlah titik permukiman yang terdampak kekeringan. Puluhan warga menyambut bantuan tersebut dengan membawa jeriken dan tempat penampungan air.

Bagi masyarakat yang tengah menghadapi keterbatasan sumber air, menurut dia, distribusi tersebut menjadi bantuan langsung untuk memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau.

Dia memastikan aksi kemanusiaan tersebut tidak berhenti di Ngulan Etan. Sejumlah wilayah lain yang teridentifikasi mengalami krisis air bersih akan menjadi perhatian untuk penyaluran berikutnya.

"Kita ingin memastikan tidak ada warga yang merasa menghadapi kekeringan sendirian. Ketika rakyat membutuhkan, gotong royong harus hadir dan negara harus ikut memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” katanya.