Lebih lanjut, Rajiv menambahkan bahwa gelaran Dog Does Disco tidak hanya menjadi wadah silaturahmi bagi para pencinta hewan. Lebih dari itu, ajang ini memiliki nilai ekonomi strategis karena memberi panggung bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk mereka kepada publik.
"Saya apresiasi konsistensi penyelenggara dalam membuka ruang bagi UMKM, desainer lokal, kuliner, musik, fashion, serta produk-produk lokal," paparnya.
Menurut Rajiv, keterlibatan lintas sektor mampu mengubah kegiatan berbasis komunitas dari sekadar ajang hiburan menjadi ruang promosi yang efektif. Melalui kolaborasi tersebut, pelaku usaha kreatif mendapatkan wadah interaksi strategis untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.
Selain Dog Does Disco di Central Park, kegiatan serupa juga hadir melalui Dog Dash Festival (DDF) yang digelar di Urban Forest. Tahun ini, DDF memasuki tahun ketiga dengan target sekitar 130 booth.
"Semoga kegiatan seperti ini terus berkembang, semakin melibatkan pelaku lokal, sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap hewan, alam, dan lingkungan," pungkasnya.