Rajiv menyebut aksi kepedulian tersebut sejalan dengan nilai persatuan dalam peringatan Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober. Menurutnya, semangat yang ditunjukkan para pemuda pada tahun 1928 menjadi bukti bahwa perbedaan daerah, suku, dan bahasa bukan penghalang untuk bersatu demi mewujudkan cita-cita bersama.
"Pemuda tahun 1928 datang dari berbagai daerah, tapi mereka bersumpah untuk satu tanah air, satu bangsa, dan menjunjung bahasa persatuan. Semangat itu harus kita hidupkan hari ini dalam bentuk yang nyata. Ketika saudara kita di Kalimantan Tengah sedang kesulitan, maka kita di Jawa Barat juga ikut merasakan," paparnya.
Rajiv menambahkan, momentum menjelang HUT ke-15 Partai NasDem menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk terus mengedepankan aksi kemanusiaan dan hadir memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Lima belas tahun NasDem harus dimaknai dengan kerja nyata. Partai ini lahir untuk melayani rakyat, dan pelayanan itu tidak mengenal batas daerah pemilihan. Di mana pun rakyat membutuhkan, di situ kader NasDem harus hadir," ujarnya.
Rajiv mengatakan warga yang tinggal di sekitar titik api menghadapi ancaman serius, terutama akibat paparan kabut asap yang berkepanjangan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil menjadi pihak paling berisiko mengalami gangguan pernapasan.
"Kabut asap itu bukan sekadar soal jarak pandang. Itu soal anak-anak yang terganggu sekolahnya, orang tua yang sesak napas, petani dan pekerja yang kehilangan penghasilan. Karena itu, bantuan ini kami harapkan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang paling mendesak bagi warga," tuturnya.