Namun, dia mengingatkan bahwa modernisasi alutsista sebaiknya tidak hanya diukur dari jumlah atau kecanggihan platform yang dimiliki. Yang lebih penting, kata dia, adalah bagaimana alutsista tersebut mampu meningkatkan daya tangkal, interoperabilitas antarmatra, kesiapan operasional, serta terintegrasi dengan kebutuhan pertahanan Indonesia sebagai negara kepulauan.
Maka dari itu, dia menilai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI menjadi momentum untuk melihat pertahanan secara lebih strategis. Dia mengatakan kekuatan alutsista harus berjalan beriringan dengan kualitas sumber daya manusia, riset dan teknologi, pemeliharaan, serta kemandirian industri pertahanan.
"Dengan demikian, modernisasi bukan sekadar membeli sistem persenjataan baru, tetapi membangun ekosistem pertahanan nasional yang kuat dan berkelanjutan," katanya.