"Mungkin saja ini data saya yang didapat ini data sebelum saya menjadi anggota dewan. Jadi mungkin datanya itu belum ter-update," ucap Lisman.
Lisman berharap proses pemutakhiran data DTSEN dilakukan secara kolaboratif sehingga kondisi masyarakat yang sebenarnya dapat tercermin dalam pembagian desil.
"Kalau harapan saya yang penting intinya kita berkolaborasi, yang mana belum sesuai kita sesuaikan dengan kondisi kita saat ini. Jadi ketika memang kondisi saya hari ini tidak berhak mendapatkan desil 4 itu, kita ubah," tuturnya.
Dia menilai pengawalan terhadap data tersebut penting dilakukan bersama-sama. Terlebih, pendataan mencakup jumlah penduduk yang sangat besar sehingga proses pemutakhiran membutuhkan waktu.
"Yang pertama kita sebagai masyarakat untuk membantu pengawalan desil ini. Pendataan ini kan ada 290 juta penduduk berbasis data. Jadi itu bukan hal yang mudah. Kalau satu per satu data pasti membutuhkan waktu," jelasnya.