NADIKABAR.COM — Tuntutan partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) terkait larangan penggunaan jilbab bagi perempuan usia di bawah 14 tahun menuai kritik dari Ketua Dewan Islam Jerman, Burhan Kesici. Dia menilai hal tersebut berpotensi mengucilkan umat Islam serta bertentangan dengan prinsip kebebasan beragama yang dijamin konstitusi Jerman.
"Kebebasan beragama dijamin oleh konstitusi," kata Kesici, dilansir dari Anadolu pada Kamis (27/8/2026).
Kesici menegaskan perdebatan terkait larangan jilbab tidak bisa dilepaskan dari konteks politik Jerman jelang pemilihan umum negara bagian. Menurutnya, umat Islam jadi sasaran dalam perdebatan politik berisiko memperdalam polarisasi di tengah masyarakat.