NADIKABAR.COM β Pemerintah Kota Jakarta Barat tengah mempersiapkan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) untuk menjadi bagian dari relawan pencegahan kebakaran.
Wali Kota Jakbar Iin Mutmainnah mengatakan tingginya angka kebakaran di wilayah tersebut membuat langkah pencegahan menjadi semakin penting, salah satunya dengan memperkuat sumber daya relawan pencegahan.
βTerkait dengan rencana kegiatan ke depan akan ada sosialisasi dan simulasi serta pembentukan Relawan Cegah Kebakaran dengan FKDM se-Jakarta Barat. Jadi, FKDM akan menjadi Relawan Cegah Kebakaran yang ada di Jakarta Barat,β kata Iin saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Menurut Iin, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) memiliki jumlah anggota yang cukup banyak dan bisa menjadi penguat relawan pencegah kebakaran.
Iin menuturkan jumlah anggota FKDM memenuhi untuk dibentuknya relawan pencegah kebakaran, yakni 7-9 anggota di tingkat kelurahan, 9 anggota di kecamatan dan 11 anggota tingkat Pemerintah Kota Jakarta Barat.
"Nanti kita akan susun progres-nya ke depan untuk melakukan ini. Karena dari data yang ada, Jakarta Barat menyumbang eskalasi tertinggi untuk data kebakaran se-DKI Jakarta," ujarnya.
Selain FKDM, kata Iin, relawan pencegah kebakaran bisa melibatkan unsur kader PKK, Dasa Wisma, Karang Taruna dan sebagainya.
"Ini menurut saya sangat bagus karena jumlahnya yang memenuhi. Karena Satgas Gulkarmat di kelurahan, hanya satu orang. Satu orang ini tentu sangat memiliki kekurangan SDM dalam upaya pencegahan," tuturnya.
Berdasarkan data dari Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, kebakaran di Jakarta Barat umumnya disebabkan korsleting listrik dan kebakaran sampah.
"Tentu ini menjadikan sebuah sinyal atau bagian yang perlu kita cermati bersama agar Jakarta Barat tidak menjadi penyumbang jumlah data kebakaran se-DKI yang tertinggi," jelasnya.
Tingginya kasus kebakaran di Jakarta Barat, juga menjadi isu yang dibahas pada rapat pimpinan gubernur DKI Jakarta.
Pemkot Jakarta Barat juga mengajukan penempatan hidran mandiri karena dinilai efektif dalam memitigasi kebakaran di kawasan padat penduduk.
Intensitas kebakaran di wilayah Jakarta Barat pada periode Januari-Agustus 2026 meningkat sebanyak 9,51 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya."Intensitas kebakaran meningkat sebesar 9,51 persen atau bertambah 29 kejadian dibandingkan periode Januari-Agustus 2025," kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat Suheri saat dikonfirmasi.Suheri mengatakan peningkatan paling signifikan terjadi pada kebakaran sampah, dari sembilan kejadian pada 2025 menjadi 63 kejadian pada 2026, sedangkan kebakaran instalasi luar gedung juga meningkat dari 66 menjadi 74 kejadian.
"Selanjutnya, kebakaran tumbuhan naik dari sembilan menjadi 25 kejadian, sedangkan kebakaran lapak meningkat dari delapan menjadi 12 kejadian," kata dia.Di sisi lain, sejumlah objek mengalami penurunan. Kebakaran bangunan perumahan turun dari 111 kejadian pada 2025 menjadi 78 kejadian pada 2026.Kemudian, bangunan umum dan perdagangan turun dari 80 menjadi 70 kejadian, sedangkan bangunan industri turun dari 11 menjadi enam kejadian.