NADIKABAR.COM — Bupati Malinau Wempi W Mawa mengatakan angka kemiskinan di Kabupaten Malinau menurun dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat.

Hal tersebut disampaikannya pada Rapat Paripurna Istimewa ke-I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malinau Masa Sidang III Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau.

“Angka kemiskinan Kabupaten Malinau dari 5,56 persen pada 2025 menjadi 4,92 persen pada 2026,” ujar Wempi W Mawa di Gedung DPRD Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), Senin.

Wempi menegaskan, penurunan tersebut didukung oleh berbagai program pengentasan kemiskinan, mulai dari bantuan sosial, operasi pasar murah, subsidi ongkos angkut orang dan barang, bantuan perlengkapan sekolah, hingga program beasiswa.

Pemerintah daerah, lanjutnya, mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui pelatihan kerja, pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta program Milenial Mandiri.

“Pembangunan infrastruktur dasar, perbaikan rumah tidak layak huni, peningkatan akses jalan, penyediaan air bersih dan fasilitas pendidikan serta kesehatan juga kita terus dorong untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar,” katanya.

Sementara di bidang pembangunan manusia, kata Bupati Malinau yang sedang menjalani periode kedua ini, IPM Kabupaten Malinau pada Tahun 2025 tercatat sebesar 75,21 poin, meningkat 0,49 persen dibandingkan Tahun 2025 sebesar 74,72 poin.

“Peningkatan ini mencerminkan perkembangan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak,” kata Wempi.

Meski demikian, lanjutnya, pemerintah daerah menegaskan pemerataan akses layanan dasar tetap menjadi pekerjaan penting ke depan. Oleh sebab itu, tegasnya, peringatan hari jadi daerah bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi hasil pembangunan sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, seperti peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, terbukanya lapangan kerja, berkurangnya kemiskinan, serta membaiknya pelayanan publik,” tegas dia.