Bagi Jogjastory, budaya Yogyakarta bukan sekadar inspirasi desain, melainkan bagian dari identitas produk. Motif yang mengangkat cerita daerah dibuat melalui lukisan tangan, kemudian didigitalisasi untuk diaplikasikan pada kain katun organik. Sri juga berkolaborasi dengan perajin lokal untuk menghadirkan lurik dalam koleksinya, memadukan unsur tradisi dengan desain modern yang dapat dikenakan dalam keseharian.

Jogjastory memasarkan produknya melalui konsinyasi di sejumlah hotel dan galeri, pameran, serta kanal digital seperti Tokopedia, Shopee, Instagram, dan WhatsApp. Pelanggannya berasal dari Yogyakarta, berbagai daerah lain, hingga luar Pulau Jawa. Usaha ini kini didukung tiga pekerja, tetapi kapasitas produksi masih menjadi tantangan ketika menerima pesanan dalam jumlah besar. Untuk transaksi di pameran, Sri juga memanfaatkan QRIS BRI sebagai pilihan pembayaran bagi pelanggan.

“Saya mengenal linkumkm by BRI melalui Instagram. Saya melihat BRI sebagai bank BUMN yang mendukung UMKM agar bisa maju, tumbuh, dan berkembang hingga naik kelas. Melalui linkumkm by BRI, saya juga mendapatkan banyak wawasan dan pengetahuan baru dari para mentor,” tutur Sri.