NADIKABAR.COM — Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Prancis atau Deputy Chief of Staff of the French Air and Space Force General Dominique Tardif mengapresiasi kemajuan pesat yang telah ditunjukkan TNI AU dalam ajang latihan bersama Misi Pegase 2026.
Kemajuan yang paling terasa, menurut dia, yakni peningkatan kualitas alat utama sistem senjata (alutsista) yang dimiliki TNI AU.
"Jadi, kita membuat langkah maju yang sangat pesat, dan saya sangat puas serta senang melihatnya hari ini," kata Dominique saat ditemui awak media di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu.
Dominique pun menceritakan pengalaman dirinya saat mengikuti latihan bersama Misi Pegase pada 2023 lalu.
Di momen itu, dia dan pejabat TNI AU banyak mendiskusikan tentang kecanggihan pesawat angkut A400M hingga pesawat tempur Rafale.
"Dan sekarang saya kembali tiga tahun kemudian, dan saya melihat apa yang telah kita lakukan bersama. Anda mengoperasikan Rafale dan Airbus A400M seperti yang kami lakukan di Prancis," kata dia.
Dia pun mengaku semakin terkesan karena saat ini TNI AU dan pihaknya sama sama mengoperasikan A400M dan Rafale dalam Misi Pegase tahun ini.
Dua pesawat itu pun melakukan banyak manuver dalam latihan ini mulai dari fly pass dan simulasi pengisian bahan bakar pesawat tempur Rafale dari pesawat tanker di udara atau air to air refueling.
"Itu adalah penampilan yang sangat luar biasa pagi ini dan dikerjakan dengan sangat baik," terang dia.
Dia berharap dengan banyaknya kesamaan alutsista ini, kerja sama di bidang pertahanan antara Indonesia dan Prancis bisa semakin kuat.
"Saya pikir kita memiliki dasar yang sangat baik di mana kita dapat terus memperkuat kerja sama dan cara kita beroperasi antara TNI Angkatan Udara dan French Air and Space Force," tutur dia.