"Mungkin sumber pakan alami sudah habis, sumber air juga sudah kering dan hewan-hewan karnivora itu lalu mencari makanan ke kandang ternak itu," ucapnya.

Apalagi, kandang ternak di alas itu bukanlah kandang permanen dan ada yang terbuat dari bambu. Sehingga kekuatan kandang tidaklah kuat dan hewan-hewan pemangsa mudah menerobosnya.

Sedangkan mengapa ada dua anakan kambing yang hanya tinggal menyisakan kulit saja, Retno menyebut akibat dimakan hewan tersebut. Terlebih, anakan kambing terbilang masih lunak.

"Kalau dulu hanya jeroan, dan leher ternak diterkam dan bagian usus digigit sampai keluar. Nah, kalau yang di Tepus kemungkinan dia cari yang lunak, karena cempe (anak kambing) kan masih muda," katanya.

Di sisi lain, Retno meminta kepada pemilik ternak agar untuk sementara waktu memindahkan ternaknya ke dekat rumah. Sedangkan jika masih ingin memelihara ternak di ladang, maka perkuatlah kandangnya.

"Bisa juga buat kandangnya dicor sampai bawah dan atasnya dibuat lebih kokoh. Kenapa? Agar hewan tidak bisa menggali tanah lalu masuk ke kandang ternak," ujarnya.