Anker lainnya, Hidayat (29) menyebut naik Green Line di waktu berangkat kerja seperti uji nyali dan latihan fisik. Dia mengatakan kereta dari arah Rangkas Bitung pasti selalu penuh.

"Pengalaman selama menggunakan KRL di jalur green line itu pernah dari Stasiun Rawa Buntu ke Palmerah, kalau kita sudah ketinggalan kereta dan pintunya baru ditutup memang bisa nunggu sampai 15 menit," kata Hidayat.

"Apalagi pas di jam sibuk 6-8 itu udah kayak uji nyali dan latihan fisik. Dan lebih sial lagi kalau kereta berikutnya yang datang dari arah Rangkas Bitung udah pasti penuh dan harus sudah siap berdesakan," lanjutnya.

Hidayat juga menyambut positif rencana pemangkasan waktu headway ini. Dia menilai pemangkasan ini bisa mempercepat perjalanannya menuju tempat kerja.

"Kalau nanti dipangkas waktu tunggu maksimal 5 menit, ini sih bagus ya, bisa mempercepat kita juga ke lokasi kerja, kalau misalnya kereta sudah penuh sesak, bisa milih nunggu aja dulu kan ga sampai 5 menit lagi kereta berikutnya akan datang. Bisa buat tenang sih kayaknya," ujarnya.

Anker lainnya, Syahrul (30) juga setuju dengan rencana pemangkasan waktu headway untuk mengurangi penumpukan penumpang. Dia mengaku lelah dan capek berdesakan di kereta saat berangkat dan pulang kerja.