Produksi bijih nikel mencapai 12,16 juta wet metric ton (wmt), sedangkan penjualannya tercatat sebesar 10,73 juta wmt.
Produksi feronikel mencapai 11.638 ton nikel dalam feronikel (TNi). Sementara itu, penjualan feronikel meningkat 71 persen menjadi 13.971 TNi dibandingkan 8.182 TNi pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada segmen bauksit dan alumina, perusahaan mencatatkan penjualan sebesar Rp2,64 triliun, tumbuh 35 persen dibandingkan Rp1,95 triliun pada Januari-September 2025.
Produksi bauksit mencapai 2 juta wmt, sedangkan penjualannya meningkat 49 persen menjadi 1,64 juta wmt dari 1,10 juta wmt pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun produksi alumina atau chemical grade alumina (CGA) meningkat 14 persen menjadi 153.399 ton dibandingkan 134.224 ton pada Januari-September 2025. Penjualan alumina juga tumbuh 9 persen menjadi 146.642 ton dari 134.768 ton.