β€œDalam momen kali ini, kami juga mengucapkan permohonan maaf, mungkin ada kesalahan kami dalam melakukan penugasan dan lain-lain,” ucap Virgandhi.

Momen ini, lanjut dia, akan menjadi evaluasi bagi ANTARA secara berkala dan menegaskan tidak ada berita yang seharga nyawa.

Virgandhi berkomitmen untuk menghadirkan berita yang bisa memberi informasi kepada publik, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada para jurnalis yang bertugas.

β€œKarena selain nilai berita, ada keluarga dan lainnya yang memang dengan kejadian ini, banyak hal yang perlu kami pertimbangkan dalam hal melakukan penugasan. Ke depan, kami akan memberikan yang terbaik untuk negara,” tutur dia.

Sebanyak delapan orang rombongan kapal cepat KM Arupadatu I dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9) siang pukul 14.00 WIB, ketika melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.