"Kami membahas maraknya serangan disinformasi dan berita palsu di kawasan Asia Pasifik yang mengancam kebenaran yang dihasilkan media-media mainstream kawasan. Oleh karenanya kita sepakat untuk menandatangani gugus tugas bersama Global Fact-Checking Network (GFCN) guna mengatasinya dengan memanfaatkan jaringan media di Asia Pasifik," katanya.
Dalam wawancara di saluran berbahasa Inggris tersebut, Benny juga menjelaskan bahwa dominasi informasi yang berasal dari satu kawasan saja atau sepihak sangat tidak adil dan mengurangi nilai kebenaran suatu berita.
Karenanya, media-media mutlak membangun keseimbangan dari kawasan lainnya agar berita bisa betul-betul memiliki objektivitas dan nilai kebenaran dari suatu peristiwa yang terjadi.
Pada hari yang sama, Benny pun melanjutkan kegiatannya dengan mengunjungi kantor pusat SPUTNIK di kawasan Zubovsky, masih di pusat kota, untuk melakukan penandatanganan MoU di bidang pemberitaan.
Kerja sama ini dimaksudkan untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara, dimana Indonesia menganut paham kebijakan luar negeri bebas aktif.