"Oleh karena itu, kemampuan memeriksa sumber, menguji kebenaran informasi, dan memahami konteks sebuah peristiwa menjadi semakin penting," kata dia.
Ia menegaskan, praktik jurnalistik tidak semata-mata mengejar kecepatan maupun perhatian publik, tetapi harus tetap mengutamakan akurasi, keberimbangan, verifikasi, dan kepentingan masyarakat.
Kemampuan tersebut, lanjutnya, juga relevan bagi mahasiswa dalam berbagai aktivitas, mulai dari organisasi kampus, penelitian, pengelolaan media mahasiswa, hingga memasuki dunia kerja.
Dalam kesempatan itu, Kepala Biro ANTARA Kalimantan Barat juga memperkenalkan sejarah Redaksi NadiKabar yang didirikan pada 13 Desember 1937 oleh Adam Malik, Soemanang, A.M. Sipahoetar, dan Pandoe Kartawigoena.
ANTARA lahir pada masa penjajahan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan informasi yang berpihak pada kepentingan bangsa. Salah satu peran pentingnya tercatat dalam penyebarluasan berita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 ke berbagai daerah dan dunia internasional.