NADIKABAR.COM — Pihak manajemen Antarakata Kafe Semarang buka suara soal keluhan pelanggan yang kehilangan perhiasan senilai Rp 130 juta saat menggunakan layanan parkir valet. Mereka menyatakan mendukung proses hukum yang berjalan.

"Kami memohon maaf atas kejadian kehilangan perhiasan yang dialami salah satu pelanggan di Antarakata A Yani pada 12 Juli 2026," kata Manajemen PT Antarakata Group dalam akun instagramnya dan telah mengizinkan NadiKabar untuk mengutipnya, Minggu (13/9/2026).

Pihak Antarakata mengaku turut prihatin atas kejadian tersebut dan memahami kekhawatiran yang dirasakan pelanggan. Pihaknya juga menyebut telah berupaya membantu korban sejak pertama kali mendapati insiden tersebut.

"Kami memahami bahwa kejadian ini tentu tidak mudah bagi pelanggan, terlebih dengan nilai barang yang dilaporkan cukup besar," ucapnya.

Dia menjelaskan petugas parkir valet tersebut bukan karyawannya. Sebab, layanan parkir valet di lokasi itu dikelola oleh rekanan.

"Sebagai pihak ketiga yang menyediakan layanan valet di lokasi kami," kata dia.

Meski demikian, pihaknya telah memberikan rekaman CCTV yang dibutuhkan, membantu proses olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama polisi, serta memberikan keterangan dan menjadi saksi dalam proses hukum yang berjalan.

Sampai saat ini, Antarakata menyatakan tetap berkomunikasi dengan pelanggan serta memberikan data dan informasi yang dibutuhkan kepada pihak berwenang.

"Kami juga terus mendorong dan meminta komitmen VIP VALET untuk tetap kooperatif serta memenuhi kebutuhan informasi maupun keterangan yang diperlukan dalam proses hukum," jelasnya.

"Antarakata akan tetap kooperatif dan mendukung proses yang sedang berjalan hingga mendapatkan titik terang," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah perhiasan bernilai ratusan juta rupiah milik warga bernama Salsabila (31) yang disimpan di dalam mobil hilang setelah menggunakan jasa valet di sebuah restoran di Semarang. Dua orang petugas valet dilaporkan dan saat ini kasus tersebut masih diproses oleh polisi.

"Iya benar ada laporannya, saksi-saksi sudah diriksa (diperiksa). Selanjutnya sedang dilakukan lidik pelakunya," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena saat diminta konfirmasi NadiKabar, Jumat (11/9/2026).

Peristiwa kehilangan perhiasan milik Salsabila itu sempat viral di media sosial. Salsabila menerangkan, kejadiannya berlangsung di sebuah restoran di Jalan Ahmad Yani Kota Semarang pada 12 Juli 2026 lalu.