NADIKABAR.COM — Dua perusahaan kecerdasan artifisial (AI) yang mendominasi industri, Anthropic dan OpenAI, mengumumkan model AI baru yang canggih (Frontier AI) sebagai inovasi mereka di tengah seruan perlambatan pengembangan AI yang digaungkan oleh masing-masing pemimpin perusahaan.

Mengutip Engadget, Selasa (22/9), kedua perusahaan tersebut sedang mengembangkan versi sebelumnya, Fable 5.1 dan GPT-6 Astra, dengan model baru yang menawarkan tingkat kinerja serupa tetapi dengan biaya lebih rendah.

Secara lebih rinci, untuk Anthropic mereka mengenalkan model Opus 5.5 sebagai model AI mereka yang tercanggih dan diklaim berkinerja lebih baik dalam menangani pekerjaan kompleks, "menemukan dan memperbaiki inefisiensi dalam perangkat lunak" serta analisis keuangan dan pekerjaan bisnis.

Semua penawaran itu ditargetkan secara khusus kepada pelanggan perusahaan Anthropic.

Tolok ukur Anthropic mengklaim Opus 5.5 juga mencetak skor lebih baik dalam pengkodean agen daripada GPT-6 Astra milik OpenAI pada Terminal-Bench 4.0 dan FrontierCode v1.1 (Main). Kondisi in diyakini memberikan penawaran yang lebih menarik bagi pengembang.

Peningkatan tidak hanya terbatas pada tugas yang dapat ditangani model, tetapi juga pada cara kerjanya. Anthropic mengklaim Opus 5.5 menghasilkan tulisan yang lebih mudah dipahami, dan bahwa model ini "berupaya menghindari batasan sekitar 85 persen lebih jarang" daripada model sebelumnya, yang menunjukkan bahwa model ini akan lebih jarang melanggar arahan.

Hal yang tak kalah penting, perusahaan mengklaim biaya penggunaan per token lebih rendah dengan detail 4 dolar AS atau sekitar Rp71 ribu untuk token input dan 20 dolar AS sekitar Rp350 ribuan untuk token output.

Biaya itu lebih terjangkau dibandingkan penawaran token pada model Opus 5 dengan 5 dolar AS atau sekitar Rp89 ribuan untuk input dan 25 dolar AS sekitar Rp445 ribuan untuk token output.

Sementara untuk OpenAI, model terbarunya yang dikenalkan bernama GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna yang keduanya berfokus pada efisiensi.

Model-model baru ini dilatih menggunakan metode yang mirip dengan GPT-6 Astra dan menawarkan peningkatan di berbagai bidang seperti pekerjaan profesional, pemrograman, dan penggunaan komputer.

Menariknya harga yang ditawarkan untuk menjajal model baru ini lebih hemat hingga 50 persen daripada harga promosi GPT-5.6.

Secara spesifik, token input GPT-6 Sol berharga 2 dolar AS atau sekitar Rp35 ribuan untuk input sedangkan token output berharga 10 dolar AS atau sekitar Rp178 ribuan.

Sementara untuk model GPT-6 Luna, token input berharga 0,10 dolar AS atau sekitar Rp1.700, sedangkan token output berharga 0,50 dolar AS atau sekitar Rp8.900.

Dari segi peningkatan, OpenAI mengklaim kedua model GPT-6 baru itu lebih baik dalam mendapatkan fakta yang benar, dengan Sol membuat kesalahan sekitar setengah lebih sedikit daripada pendahulunya.

Dalam hal pengkodean, perusahaan mengatakan GPT-6 Sol mampu menyamai kinerja Fable 5.1 dengan biaya yang lebih rendah.

Model-model baru ini juga berkomunikasi lebih jelas, dan berkat peningkatan pada caching prompt, OpenAI mengatakan mereka dapat menggunakan kembali lebih banyak konteks dan merespons lebih cepat.

OpenAI menyatakan bahwa model GPT-6 lebih selaras dari sebelumnya berdasarkan pengujian internal perusahaan.

Misalnya, mereka lebih jarang berbohong tentang hasil pekerjaan pengkodean mereka dan lebih sering menolak upaya untuk melewati pengamanan ketika menerima perintah yang tidak aman.

Penerjemah: Livia Kristianti