"Kalau orang panik yang tadinya mungkin Rp 100 ribu cukup, kalau diisi Rp 200-300 ribu juga nggak cukup, karena semua orang panik nih. Takutnya nanti kehabisan, jadi semuanya pada ngisi," imbuhnya.

Di sisi lain, Okky mengatakan adanya perbedaan harga tim redaksi BBM bersubsidi dan nonsubsidi yang jauh turut mempengaruhi pola konsumsi masyarakat. Mereka yang tadinya menggunakan BBM nonsubsidi kini beralih mengisi BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar.

"Nah, di satu sisi ada bagian yang mungkin memanfaatkan kondisi harga yang tinggi untuk mencari keuntungan pribadi. Nah ini yang kami sesalkan sebenarnya. Karena di satu sisi yang membutuhkannya juga banyak, di satu sisi mereka juga mengambil keuntungan tersebut," bebernya.

Okky mengatakan saat ini ada 25 SPBU di Makassar yang dioperasikan selama 24 jam agar antrean bisa terurai. Pertamina juga telah meningkatkan distribusi BBM ke SPBU sebesar 15 persen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.