NADIKABAR.COM — Kebijakan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman dalam menerapkan beragam skema menangani antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU, dinilai efektif dan adaptif. Antrean BBM pada sejumlah SPBU termasuk Makassar kini terpantau mulai melandai atau terurai.

Dosen Administrasi Publik Universitas Hasanuddin (Unhas), Rizal Pauzi menilai kebijakan yang diambil gubernur menunjukkan kemampuan pemerintah daerah dalam beradaptasi dan merespons persoalan yang berkembang di lapangan. Apalagi saat kondisi saat ini, pemerintah memang dituntut mengambil langkah terukur mencegah persoalan antrean BBM berkembang menjadi persoalan lain, seperti kemacetan dan dampak sosial di masyarakat.

"Menurut saya, Pemprov Sulsel ini punya kemampuan adaptasi yang bagus dalam merespons masalah antrean BBM. Memang dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah tidak selalu sempurna, tetapi setidaknya dalam dua hari berjalan ini, kebijakan gubernur sudah mulai mengurai antrean BBM di Kota Makassar," kata Rizal dalam keterangannya kepada media, Senin (14/9/2026).

Rizal menilai langkah tersebut penting dilakukan agar persoalan antrean BBM tidak menimbulkan dampak lanjutan yang lebih luas. Gubernur Sulsel dianggap mampu masalah yang berpotensi terjadi di lapangan.

"Kalau terjadi kemacetan dan seterusnya, itu bukan hanya soal BBM, tetapi juga ada dampak-dampak sosial lainnya yang harus segera ditangani. Jadi, kalau kita melihat langkah-langkah yang dilakukan Pak Gubernur ini, tentu patut diapresiasi," katanya.

Rizal juga menyoroti sejumlah skema yang didorong Pemprov Sulsel, termasuk pengaturan kendaraan truk pada malam hari. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat berjalan efektif apabila diterapkan secara konsisten dan terkoordinasi dengan aturan yang sudah ada.