Dia menambahkan, biasanya, kepadatan bahkan masih terjadi hingga dini hari. Seperti di SPBU kawasan Jalan Ahmad Yani.
"Antrean kayaknya dipicu oleh rumor liar di masyarakat terkait rencana kenaikan harga BBM per awal September yang belum terbukti kebenarannya," paparnya.
Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana memastikan seluruh jalur pasokan BBM subsidi menuju Jember tidak mengalami kendala. Dia menyebut fenomena antrean panjang ini murni dinamika lokal akibat isu yang beredar.
"Sebenarnya untuk kondisi stok maupun distribusi ini tidak ada kendala. Kami mengimbau saja kepada masyarakat supaya tidak panic buying," terangnya.
"Fenomena terjadinya antrean yang mengular ini hanya terjadi di Kabupaten Jember saja. Padahal baik dari stok maupun jalur distribusinya tidak ada kendala sama sekali. Bisa jadi ada isu kenaikan harga sehingga masyarakat panic buying," tandasnya.