NADIKABAR.COM — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas berharap Arab Saudi dan Houthi berdamai. Dia menyebut perang keduanya sangat mengganggu jemaah umrah dari seluruh dunia.
"Melihat perkembangan yang terjadi di Timur Tengah saat ini terutama menyangkut konflik yang terjadi antara Houthi dan Saudi kita mengharapkan agar dunia Islam mengajak mereka untuk berdamai karena apa yang terjadi sekarang ini sudah sangat mengganggu jamaah umroh yang hendak beribadah di Masjidil Haram dan di Masjid Nabawi," kata Anwar Abbas kepada wartawan, Minggu (31/10/2026).
"Bahkan tidak hanya sampai di situ drone-drone yang mereka lepaskan sudah mengancam jiwa dari para jemaah umroh yang datang dari berbagai negara," tambahnya.
Anwar Abbas mengimbau Arab Saudi dan kelompok Houthi mengurangi ego masing-masing. Dia ingin kedua pihak mencari solusi yang mengedepankan persatuan dan kesatuan.
"Ini penting untuk kita ingat-ingatkan karena dampak yang akan mereka hadapi jelas tidak kecil," ucapnya.
Lebih lanjut, dia mengutip pepatah bijak dari Minangkabau dan Melayu: Perang hanya akan membuat yang menang menjadi arang dan yang kalah menjadi abu.
"Untuk itu kita menghimbau kedua belah pihak agar mau berunding bagi mencari kesepakatan agar peperangan bisa berhenti dan dihentikan," ujarnya.
Seperti diketahui, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat pesawat nirawak (drone) Houthi. Drone itu disebut berada di wilayah Madinah.
Dilansir AFP, Sabtu (31/10/2026), koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi di Yaman, yang didukung oleh Iran, menyatakan bahwa mereka telah mencegat dan menghancurkan drone milik Houthi di wilayah Madinah, lokasi kota tersuci kedua dalam agama Islam.
Militer Arab Saudi sebelumnya mengklaim telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang dikirim Houthi di langit Kota Suci Makkah. Namun, kelompok Houthi yang bermarkas di Yaman itu membantah klaim Saudi.
Pencegatan dilakukan Saudi pada Jumat (30/10). Ini menjadi yang terbaru dari rentetan serangan yang melanda wilayah Saudi beberapa waktu terakhir.
"Sebuah drone yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi telah dicegat dan dihancurkan di wilayah Makkah," demikian pernyataan koalisi Saudi via media sosial X, seperti dilansir AFP, Jumat (30/10).
Konflik Saudi dan Houthi diketahui kembali berkobar pada Juli lalu menyusul kolapsnya gencatan senjata yang meredakan pertempuran selama beberapa tahun terakhir.
Saudi yang memimpin koalisi militer dalam memerangi Houthi di Yaman, melancarkan serangkaian serangan udara untuk mendukung pasukan pemerintah Yaman yang diakui internasional. Namun, imbasnya, wilayah Saudi menjadi target serangan pembalasan Houthi.