NADIKABAR.COM — Pernahkah Anda melihat benda kecil abu-abu berbentuk oval mirip biji kuaci yang menempel di dinding, langit-langit, atau sudut lemari pakaian Anda? Jangan sekali-kali menyentuhnya dengan tangan kosong! Benda misterius yang tampak seperti kotoran debu kering tersebut sebenarnya adalah kamitetep (plaster bagworm), salah satu hama rumah tangga yang paling dihindari karena efek gatalnya yang luar biasa.
Banyak orang mengira gantungan abu-abu tersebut hanyalah gumpalan debu biasa. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, gantungan tersebut terkadang bergerak merayap perlahan ke atas dinding.
Lalu, apa sebenarnya misteri yang tersembunyi di balik bungkus abu-abu tersebut? Mengapa menyentuhnya saja bisa memicu ruam merah yang panas membara di kulit kita? Mari kita bedah secara ilmiah apa isi di dalam kepompong kamitetep berdasarkan riset entomologi dan genetika terbaru.
Secara taksonomi, kamitetep adalah fase larva atau ulat dari spesies ngengat pemakan serat dari famili Tineidae. Di dunia barat, hama ini dikenal dengan nama household casebearer atau plaster bagworm.
Menariknya, riset biomolekuler terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional PLOS ONE (April 2026) mengungkapkan bahwa kamitetep yang banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara (seperti Malaysia dan Indonesia) merupakan spesies Phereoeca sp. yang memiliki garis keturunan genetik unik (undescribed lineage). Spesies ini berbeda secara genetik dari spesies Phereoeca uterella yang umumnya diteliti di wilayah Amerika atau Eropa.
Ulat kamitetep sangat cerdik. Begitu menetas dari telur, larva ini langsung memintal jaring sutra lengket dari kelenjar ludahnya. Benang sutra ini kemudian ditempeli dengan berbagai partikel lingkungan di sekitarnya-mulai dari debu halus, butiran pasir, rambut rontok manusia, jaring laba-laba, hingga serat kain pakaian. Kombinasi inilah yang membentuk kantung pelindung berbentuk gelendong (spindle-shaped) yang menyempit di kedua ujungnya untuk melindungi tubuh lunak mereka dari predator.
Jika Anda membelah kepompong abu-abu yang menempel di dinding tersebut secara hati-hati, isi di dalamnya akan bervariasi secara dramatis tergantung pada fase siklus hidup yang sedang berjalan:
Jika kepompong tersebut masih aktif merayap di dinding, maka isi utamanya adalah ulat kamitetep itu sendiri.
Wujud Fisik: Larvanya berwujud seperti ulat kecil berwarna putih pucat dengan bagian kepala berwarna cokelat tua yang keras.
Perilaku Unik: Ulat ini akan mengeluarkan kepala dan kaki depannya dari lubang kepompong untuk menarik kantungnya merayap. Ulat ini aktif merayap untuk mencari makan berupa debu, rambut, jaring laba-laba, dan serat kain alami.
Ketika ulat telah tumbuh maksimal (mencapai panjang sekitar 14 mm), ia akan bersiap menjadi ngengat dewasa.
Perilaku: Ulat akan merayap ke area yang tenang dan tinggi, lalu menempelkan salah satu ujung kantungnya ke dinding atau langit-langit dengan jalinan sutra. Ulat kemudian menutup lubang kantungnya untuk bermetamorfosis.