Pemeriksaan jantung tidak langsung dilakukan dengan tindakan rumit, melainkan melalui tahapan berjenjang sesuai kebutuhan klinis pasien.

Pertama, pasien mengikuti pemeriksaan fisik dan anamnesis untuk menggali riwayat kesehatan, faktor keturunan, serta kondisi medis pendukung. Lalu, dilakukan EKG (Elektrokardiogram) untuk mendeteksi keteraturan irama jantung sebagai petunjuk awal adanya gangguan jantung.

Selain itu, tes lainnya seperti USG jantung (echocardiography) dan treadmill test atau exercise test juga dilakukan. Tahapan selanjutnya barulah CT Calcium Score dan kateterisasi.

Pada dasarnya, CT Calcium Score merupakan prosedur yang relatif praktis dan nyaman bagi pasien. Pemeriksaan ini bersifat non-invasif (tanpa pembedahan atau tindakan medis berat).

"CT Scan ini kan modalitas pemeriksaan yang sederhana, tidak invasif, tidak kita apa-apakan kalsiumnya, dan relatif cepat. Prosesnya sekitar 10 sampai 15 menit langsung ada hasilnya. Karena prinsipnya dia kayak scan singkat dan cepat, tanpa risiko," ujar dr Maya saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2026).

Melalui pemindaian CT Scan, sistem komputer akan menghitung tingkat penumpukan kalsium secara otomatis (scoring):