Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjelaskan bahwa etomidate merupakan obat keras yang penggunaannya seharusnya berada di bawah pengawasan medis. Ketika disalahgunakan melalui rokok elektrik, zat tersebut dapat menimbulkan berbagai efek yang membahayakan.

Penyalahgunaan etomidate melalui vape bukan fenomena yang sepenuhnya baru. Badan Penasihat Inggris untuk Penyalahgunaan Obat atau Advisory Council on the Misuse of Drugs (ACMD) mencatat adanya peningkatan penyalahgunaan etomidate melalui perangkat vape di sejumlah negara Asia.

Etomidate yang diuapkan dapat memberikan efek sedatif dengan onset yang relatif cepat. Karena itu, zat tersebut kemudian disalahgunakan sebagai bahan dalam cairan rokok elektrik.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa etomidate tidak dirancang untuk digunakan dengan cara dihirup melalui vape. ACMD juga menyebut bahwa data mengenai efek farmakologis etomidate khusus melalui vaping masih terbatas.

Penggunaan etomidate melalui vape dapat menimbulkan sejumlah efek pada tubuh. BPOM mencatat beberapa efek yang dapat muncul, antara lain mual dan muntah, iritasi saluran pernapasan, gangguan koordinasi tubuh, kehilangan kesadaran hingga kejang otot.

Risikonya tidak berhenti pada efek sesaat.

Etomidate diketahui dapat memengaruhi produksi hormon steroid tubuh, terutama karena kemampuannya menghambat enzim tertentu yang berperan dalam produksi kortisol. Sejumlah laporan kasus dari negara Asia menemukan gangguan hormon pada orang yang menggunakan vape yang mengandung etomidate.