Contohnya adalah meyakini ada selain Allah yang memiliki kekuasaan ilahiah, menyembah selain Allah, atau mempersembahkan ibadah kepada selain-Nya.

Al-Qur'an menegaskan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Surah Al-Kahf ayat 110, umat Islam diperintahkan untuk beramal saleh dan tidak mempersekutukan siapa pun dalam beribadah kepada Allah.

Syirik jenis ini berkaitan langsung dengan dasar tauhid sehingga memiliki konsekuensi yang sangat serius dalam akidah Islam.

Berikutnya adalah syirik asghar atau syirik kecil. Istilah ini digunakan untuk perbuatan yang disebut syirik dalam syariat, tetapi tidak sampai pada tingkat menyekutukan Allah dalam perkara ketuhanan.

Salah satu contoh yang sering dijelaskan para ulama adalah riya, yaitu melakukan ibadah atau kebaikan dengan tujuan mendapatkan pujian atau perhatian manusia.

Dalam penjelasan tafsir atas Surah Al-Kahf ayat 110, riya disebut sebagai salah satu bentuk syirik kecil. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk menjaga niat agar ibadah dilakukan karena Allah, bukan semata-mata demi mendapatkan pengakuan manusia.

Syirik juga dapat dibahas dari sisi niat. Seseorang bisa saja melakukan amal yang secara lahiriah terlihat baik, tetapi tujuan utamanya bukan mencari rida Allah.

Misalnya, seseorang bersedekah bukan karena ingin membantu atau menjalankan perintah Allah, melainkan semata-mata ingin dipuji sebagai orang dermawan.

Karena itu, Islam tidak hanya mengajarkan memperbaiki perbuatan, tetapi juga menjaga niat di balik perbuatan tersebut.

Syirik juga dapat berkaitan dengan ucapan. Dalam kehidupan sehari-hari, seorang Muslim perlu berhati-hati ketika menggunakan ungkapan yang berhubungan dengan kekuasaan Allah.