Ia mengaku prinsip tersebut yang membuatnya mampu bertahan selama puluhan tahun di industri musik.
"Sudah hampir sekian puluh tahun tetap di musik karena saya berpedoman orang mengenal saya karena karya dan prestasi, bukan karena sensasi dan berita," lanjutnya.
Selama berkarier, Imaniar mengaku lebih banyak merasakan suka dibanding duka. Namun, ada satu hal yang terkadang membuatnya sedih, yakni ketika penggemar tidak bisa menyaksikan penampilannya karena harga tiket yang mahal atau acara bersifat privat.
"Pengennya saya tuh penggemar dan semua yang mengenal Imaniar bisa nonton, kalau bisa gratis. Kadang-kadang saya suka sedih aja. Kenapa sih mereka nggak bisa nonton semuanya?" ungkapnya.
Imaniar juga mengenang pengalaman tampil di berbagai negara, mulai dari Malaysia, Singapura, Hong Kong hingga Eropa. Ia mengaku selalu terkesan dengan respons penonton luar negeri terhadap musik khas Indonesia.
Menurutnya, musik tradisional seperti gamelan dan keroncong justru menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat internasional.