NADIKABAR.COM — Warga Kota Bandung sudah setahun lebih memiliki pemimpin baru, Muhammad Farhan dan wakilnya, Erwin. Beragam program hingga janji politik pun saat itu ditawarkan, dan yang menjadi fokus utama adalah masalah persampahan hingga kemacetan.

Namun yang menarik, dari sekian program, Farhan-Erwin pernah mencetuskan satu janji politik bernama 'Jumaahan', singkatan dari 'Jumpa Erwin dan Farhan'. Program itu digagas dengan konsep menerima aduan sejumlah permasalahan dari masyarakat di lapangan.

Di berbagai pemberitaan, Farhan mengakui langsung janji politik itu merupakan replikasi setelah terinspirasi dari terobosan yang pernah dilakukan Gubernur Jakarta era Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, hingga Bupati Bojonegoro era Suyoto atau Yoto yang merupakan politikus Partai NasDem. Konsep ini narasinya turut dikuatkan dalam unggahan akun Instagram media kampanye Farhan-Erwin, Bandung Utama, pada Oktober 2024 silam.

Lalu sebelum dijalankan, konsep ini dimodifikasi Farhan-Erwin. Rencana mereka, 'Jumaahan' bakal dipusatkan di Masjid Al-Ukhuwah, Kota Bandung, dan dilanjutkan dengan konsep 'sidang rakyat' di Balai Kota Bandung untuk menyelesaikan masalah yang diadukan masyarakat.

Namun setelah Farhan-Erwin dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 20 Februari 2025, janji politik itu seolah redup gaungnya. Berdasarkan catatan NadiKabar, Masjid Al-Ukhuwah sudah jarang disinggahi Farhan maupun Erwin untuk melaksanakan Salat Jumat, begitu juga Balai Kota Bandung sesuai konsep janji politik itu.

NadiKabar kemudian menanyakan langsung janji politik ini kepada Farhan. Ia pun berdalih, sementara ini, program 'Jumaahan' sedang digantikan implementasinya dengan program Siskamling Siaga Bencana yang menyasar 151 kelurahan.