NADIKABAR.COM — Rafael Nadal masuk dalam pembicaraan soal masa depan kepemimpinan Real Madrid. Namun, apakah mantan petenis nomor satu dunia itu bisa maju menggantikan Florentino Perez sebagai presiden Los Blancos di periode berikutnya?

Nama Nadal mencuat setelah Perez mengajukannya untuk masuk dalam jajaran direksi Real Madrid. Nadal menerima tawaran tersebut. Namun, pengangkatannya masih harus mendapat persetujuan anggota klub dalam rapat pada 21 November 2026.

Penunjukan itu kemudian memunculkan spekulasi bahwa Nadal bisa menjadi penerus Perez. Terlebih, masa jabatan Perez saat ini dijadwalkan berakhir pada 2030.

Akan tetapi, sebagaimana dilansir MundoDeportivo, Nadal belum memenuhi satu syarat penting untuk maju sebagai calon presiden Real Madrid: masa keanggotaan klub minimal 20 tahun secara berturut-turut.

Nadal ditetapkan sebagai anggota kehormatan Real Madrid pada 2011. Jika tahun tersebut menjadi titik awal perhitungan masa keanggotaannya, ia baru memenuhi syarat 20 tahun pada 2031. Artinya, ia belum memenuhi persyaratan untuk maju dalam pemilihan presiden pada 2030.

Berdasarkan statuta Real Madrid, calon presiden harus menjadi anggota klub selama minimal 20 tahun berturut-turut. Persyaratan masa keanggotaan untuk posisi lain lebih singkat, yakni 10 tahun untuk anggota direksi dan 15 tahun untuk wakil presiden.

Selain itu, kandidat harus berkewarganegaraan Spanyol, berusia minimal 18 tahun, memiliki kecakapan hukum, tidak memiliki tunggakan kewajiban kepada klub, serta tidak sedang terkena sanksi yang membuatnya kehilangan hak pencalonan.

Kandidat juga dibatasi oleh aturan mengenai jabatan dan aktivitas di klub sepakbola lain.

Ada satu syarat lain yang tidak ringan, yakni jaminan keuangan. Setiap daftar pencalonan harus menyediakan jaminan bank awal minimal 15 persen dari total anggaran pengeluaran Real Madrid.

Jika pencalonan berhasil, jaminan awal tersebut menjadi jaminan definitif. Dana penjaminannya harus didukung secara eksklusif oleh aset pribadi para anggota yang tergabung dalam daftar pencalonan.

Nadal memang memiliki hubungan panjang dengan Real Madrid. Ia dikenal sebagai penggemar klub tersebut dan telah menyandang status anggota kehormatan sejak 2011.

Namun, masuknya Nadal ke jajaran direksi tidak otomatis menjadikannya calon presiden atau penerus Perez. Ia masih harus memenuhi seluruh persyaratan dalam statuta klub jika ingin maju dalam pemilihan mendatang.

Untuk saat ini, Nadal baru menerima tawaran untuk bergabung dengan jajaran direksi. Sementara peluangnya memimpin Real Madrid masih bergantung pada aturan keanggotaan, persyaratan pencalonan, dan keputusan Nadal sendiri.