Patah hati juga memungkinkan seseorang untuk menarik diri dari teman dan keluarga. Mereka cenderung akan mengisolasi diri dari orang terdekat. Menyendiri dan terus berlarut dalam kesedihan justru akan membuat perasaan semakin kacau.

Menyembuhkan patah hati nyatanya juga memerlukan proses yang panjang. Proses ini mirip dengan tahapan berduka, seperti penolakan, amarah, depresi, hingga penerimaan.

Beberapa orang yang sulit move on biasanya terus memikirkan hubungan yang telah berakhir. Situasi ini juga akan menyebabkan proses patah hati akan lebih lama dan timbul perasaan susah melanjutkan hidup.

Menurut Verywell Mind, patah hati juga menimbulkan berbagai gejala fisik pada tubuh kita. Gejala fisik biasanya timbul bersamaan dengan masalah mental. Hal ini bisa sangat melelahkan bagi jiwa dan raga seseorang.

Pada awal fase patah hati, seseorang akan mengalami gangguan tidur seperti insomnia. Efek stres karena putus bisa membuat seseorang cemas dan memikirkan banyak hal sehingga tidur menjadi tidak nyenyak.

Selain itu, patah hati akan membuat jantung berdebar lebih sering. Terdapat beberapa kasus putus cinta yang menyebabkan gejala seperti serangan jantung. Situasi ini biasanya disebabkan dari perasaan stres seperti kematian atau berakhirnya hubungan.