Berdasarkan keterangan resmi Badan Geologi, satu periode erupsi menerus Anak Krakatau sejak 4 September pukul 23.07 WIB telah berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Periode erupsi menerus ini berlangsung selama 25 jam.

Walau demikian, dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau dan dievaluasi. Kemungkinan terjadinya letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya masih tinggi.

Ancaman bahaya erupsi berasal dari lontaran batu pijar yang disertai hujan abu lebat. Potensi bahaya lain juga datang dari aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.