Kemampuan Reaves tidak hanya terbatas pada mencetak angka. Ia bisa mengatur serangan, melakukan penetrasi, dan memanfaatkan ruang yang tercipta ketika pertahanan lawan berfokus kepada Doncic.

Kombinasi Doncic dan Reaves juga sudah memperlihatkan potensi yang menjanjikan. Pada musim sebelumnya, keduanya menghasilkan gabungan rata-rata 56,8 poin per pertandingan. Lakers juga mencatat 30 kemenangan dan 11 kekalahan ketika keduanya bermain bersama.

Dengan kepergian LeBron, Reaves berpeluang menjadi opsi kedua yang lebih konsisten. Ia bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan menguasai bola sekaligus mengambil keputusan pada momen penting.

Meski begitu, peningkatan peran harus diikuti dengan konsistensi. Reaves perlu membuktikan bahwa ia mampu mempertahankan produktivitas ketika mendapat perhatian lebih besar dari pertahanan lawan. Ia juga harus tetap efektif ketika Doncic beristirahat atau tidak berada di lapangan.

Jika keduanya bisa menjaga chemistry, Lakers berpotensi mempunyai duet guard yang sangat produktif. Namun, tim tetap membutuhkan pemain lain yang mampu memberikan kontribusi nyata agar serangan mereka tidak mudah diprediksi.

Wajah baru Lakers setelah bursa transfer pemain

Lakers melakukan sejumlah perubahan pada jeda musim untuk membangun skuad yang lebih sesuai dengan kebutuhan Doncic.

Salah satu tambahan penting adalah Walker Kessler. Pemain besar tersebut diharapkan membantu Lakers memperkuat pertahanan di area dalam, melindungi ring, dan mengamankan rebound. Kehadirannya bisa memberikan dukungan bagi Doncic dan Reaves yang lebih banyak beroperasi di perimeter.

Lakers juga mendatangkan Sandro Mamukelashvili untuk menambah pilihan di lini depan. Sementara itu, Collin Sexton, Quentin Grimes, dan Jaden Hardy memberikan opsi tambahan untuk mencetak angka dari area luar.

Grimes dapat membantu melalui tembakan perimeter dan pertahanan di sisi sayap. Sexton menawarkan kemampuan menyerang dengan agresif, sedangkan Hardy bisa menjadi pilihan tambahan untuk menjaga produktivitas bangku cadangan.

Matisse Thybulle juga menjadi nama yang menarik karena kemampuan bertahannya. Lakers kehilangan Marcus Smart, yang memberikan energi dan pengalaman dalam menjaga pemain lawan. Kehadiran Thybulle dapat membantu mengisi sebagian kebutuhan tersebut, meskipun efektivitasnya dalam sistem baru tetap harus dibuktikan.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa Lakers berusaha membangun tim yang lebih muda dan atletis. Namun, merombak skuad juga mempunyai risiko. Banyaknya pemain baru berarti mereka harus membangun chemistry, memahami sistem pelatih JJ Redick, dan menemukan rotasi yang paling efektif sejak awal musim.

Lakers juga berpisah dengan sejumlah pemain, termasuk Deandre Ayton, Rui Hachimura, dan Jaxson Hayes. Karena itu, keseimbangan lini depan akan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama ketika menghadapi tim dengan pemain besar dominan.

Pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah

Lakers mempunyai potensi serangan yang menjanjikan melalui Doncic, Reaves, dan pemain-pemain baru. Namun, peluang mereka melangkah jauh tidak hanya ditentukan oleh jumlah poin yang bisa dicetak.

Pada musim 2025/2026, Lakers berada di posisi ke-19 dalam peringkat pertahanan berdasarkan poin yang diizinkan per 100 penguasaan bola. Angka tersebut memperlihatkan bahwa mereka masih perlu meningkatkan kemampuan membatasi serangan lawan.

Kehadiran Kessler dan Thybulle diharapkan membantu memperbaiki aspek tersebut. Kessler dapat menjaga area dekat ring, sedangkan Thybulle memberikan tekanan di perimeter. Kombinasi keduanya berpotensi membuat lawan lebih sulit mendapatkan tembakan nyaman.

Namun, pertahanan basket tidak bisa bergantung pada dua pemain saja. Doncic dan Reaves juga perlu menjaga posisi serta komunikasi ketika lawan menyerang. Rotasi yang terlambat atau terlalu banyak memberikan ruang tembak dapat menjadi masalah, terutama saat menghadapi tim dengan akurasi tiga angka yang tinggi.

Redick juga perlu menemukan keseimbangan antara mempertahankan produktivitas serangan dan membangun pertahanan yang lebih solid. Lakers tidak harus menjadi tim dengan pertahanan terbaik di liga, tetapi mereka perlu cukup disiplin untuk bertahan dalam pertandingan ketat.

Pelatih JJ Redick kini harus mengelola Lakers dalam fase transisi yang penting. Tanpa LeBron, sistem permainan perlu semakin berpusat kepada Doncic, tetapi bukan berarti semua keputusan harus selalu berada di tangan sang bintang.

Redick perlu memastikan Reaves dan pemain pendukung mendapatkan peran yang jelas. Ketika Doncic mendapat penjagaan ganda, Lakers harus mampu memanfaatkan ruang yang terbuka melalui pergerakan tanpa bola dan tembakan dari perimeter.