Rotasi juga menjadi tantangan karena Lakers hanya mempertahankan delapan pemain dari skuad musim lalu. Dengan banyaknya pemain baru, Redick harus menemukan kombinasi yang efektif tanpa mengorbankan konsistensi.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah produktivitas ketika Doncic tidak bermain. Lakers membutuhkan pemain yang mampu menciptakan peluang sendiri agar tim tidak kehilangan arah ketika bintang utama duduk di bangku cadangan.
Redick juga harus mengatur beban kerja Doncic dan Reaves sepanjang musim reguler yang terdiri atas 82 pertandingan. Jika keduanya terlalu sering bermain dengan menit tinggi, risiko kelelahan dan cedera bisa meningkat ketika memasuki fase playoff.
Musim ini akan menjadi ujian bagi Redick untuk membuktikan bahwa Lakers bisa tetap kompetitif dengan identitas permainan yang berbeda. Keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah kemenangan, tetapi juga kemampuan tim berkembang menjadi lebih seimbang.
Persaingan Wilayah Barat semakin berat
Lakers tidak akan menjalani musim yang mudah. Wilayah Barat masih dipenuhi tim yang mempunyai ambisi besar dan komposisi pemain yang kuat.
Oklahoma City Thunder tetap menjadi salah satu pesaing utama setelah menutup musim reguler sebelumnya dengan 64 kemenangan. Shai Gilgeous-Alexander dan rekan-rekannya memiliki pertahanan kuat serta kedalaman skuad yang membuat mereka sulit dihadapi.
San Antonio Spurs juga patut diperhitungkan setelah mencapai Final NBA 2026. Victor Wembanyama dan para pemain muda mereka menunjukkan perkembangan pesat, sehingga Spurs berpeluang kembali bersaing di papan atas.
Denver Nuggets tetap berbahaya dengan Nikola Jokic sebagai pusat permainan. Minnesota Timberwolves juga berpotensi memberikan perlawanan setelah menambah LaMelo Ball untuk mendampingi Anthony Edwards. Houston Rockets dan sejumlah tim lain pun bisa mengganggu persaingan jika mampu menjaga konsistensi.
Dalam kondisi tersebut, Lakers perlu mengumpulkan kemenangan sejak awal musim agar tidak terjebak dalam persaingan ketat menuju playoff. Finis di enam besar Wilayah Barat akan memberikan tiket langsung ke playoff, sedangkan posisi di luar itu membuat mereka harus melewati turnamen play-in.
Pertandingan melawan Warriors pada laga pertama bisa menjadi ujian awal bagi susunan baru Lakers. Setelah itu, mereka akan menghadapi berbagai lawan dengan karakter berbeda yang akan menguji kemampuan Doncic dan Reaves dalam memimpin tim.
Ada pula satu pertandingan yang sudah menarik perhatian sejak jadwal dirilis. Pada Hari Natal, 25 Desember 2026, Lakers akan menjamu Philadelphia 76ers. Pertandingan tersebut menjadi momen kembalinya LeBron ke Crypto.com Arena setelah delapan musim membela Lakers.
Duel itu tentu memiliki nilai emosional, tetapi juga akan menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana Lakers tampil tanpa mantan pemimpin mereka ketika berhadapan langsung dengan sang pemain.
Apakah Lakers masih bisa menjadi penantang gelar?
Kepergian LeBron memang menandai berakhirnya sebuah era di Los Angeles. Namun, itu tidak berarti Lakers harus langsung kehilangan status sebagai tim yang disegani.
Mereka masih memiliki Doncic sebagai bintang utama dan Reaves yang terus berkembang. Penambahan Kessler, Grimes, Sexton, Thybulle, serta pemain lain memberikan pilihan baru bagi Redick untuk membangun susunan yang lebih muda dan dinamis.
Meski demikian, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi. Doncic harus menjaga kebugaran, Reaves perlu mempertahankan konsistensi, dan para pemain baru harus segera menemukan chemistry. Lakers juga harus memperbaiki pertahanan jika ingin menghadapi tim-tim elite dengan peluang yang realistis.
Target paling masuk akal bagi Lakers adalah kembali mengamankan tiket playoff langsung dan berusaha melewati semifinal konferensi. Untuk membidik gelar juara, mereka perlu menunjukkan bahwa serangan produktif bisa berjalan beriringan dengan pertahanan yang disiplin.
Jadi, apakah Lakers akan tetap garang sepeninggalan LeBron? Jawabannya masih terbuka. Mereka mempunyai cukup modal untuk tetap kompetitif, tetapi musim 2026/2027 akan menjadi pembuktian apakah Doncic dan Reaves mampu membawa Lakers memasuki era baru tanpa kehilangan daya saing.
Bagi Lakers, tantangannya bukan mencari pemain yang harus menjadi LeBron berikutnya. Mereka justru perlu membangun identitas baru dengan memaksimalkan kemampuan Doncic, memberi ruang bagi Reaves untuk berkembang, dan memastikan seluruh skuad bisa bekerja sebagai satu kesatuan. Jika berhasil, kepergian LeBron bukan akhir dari Lakers sebagai penantang, melainkan awal dari babak baru di Los Angeles.