"Tinggal efektivitasnya (penggunaan bahan selain pati singkong), makanya sekarang sedang dilakukan riset untuk itu. Mencari produk alternatif selain singkong apalagi. Itu tim ini sedang bekerja," bebernya.
Kendati demikian, Arif kembali menegaskan bahan yang punya karakteristik seperti pati singkong bisa digunakan. Studi juga akan mencari tahu campuran kimia apa yang dibutuhkan agar efektivitas pemadaman api melalui tepung bisa tinggi.
"Iya (bahan selain pati singkong dengan karakteristik sama bisa digunakan). Berarti kan itu butuh campuran apalagi dan itu orang-orang yang bergerak di bidang, para peneliti bergerak di bidang kimia molekuler yang sedang mengerjakan itu," imbuhnya.
Sebelumnya, Periset Kimia Molekuler BRIN, Julinton menjelaskan pati singkong punya struktur polisakarida, karbohidrat kompleks yang tersusun dari ratusan-ribuan gula sederhana saling terikat yang kaya akan gugus hidroksil. Kandungan tersebut bisa dimodifikasi secara kimia untuk mengatur kemampuan pembentukan film, viskositas, retensi air, dan interaksinya dengan komponen retardan (zat kimia yang mampu memperlambat rambatan api).
Meski punya manfaat untuk memperlambat rambatan api, pati singkong perlu bahan lainnya. BRIN tengah mengembangkan teknologi itu, di mana pati singkong dikombinasikan dengan ammonium polyphosphate (APP) atau garam anorganik dari amonia dan asam polifosfat, air, dan wetting agent berkonsentrasi rendah.