NADIKABAR.COM — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan adanya inovasi bahan pemadam berbahan baku tepung ubi atau singkong. Presiden Prabowo Subianto merespons ini dengan meminta agar produksi pemadam dari singkong diproduksi dalam skala besar.
"Menarik sekali. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar. Ajukan biaya untuk produksinya. Kita usahakan semua upaya. Berarti yang kita waterbomb bukan waterbomb, ubi bombing. Ubi bombing," kata Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Provinsi Sumatra Selatan, Kota Palembang, Senin (24/6/2026), dikutip dari presidenri.go.id, Kamis (27/8/2026).
Dalam rapat tersebut, Prabowo menekankan agar lahan 1.900 hektare di Sumatera Selatan yang masih terbakar, segera dipadamkan. Presiden juga meminta jajaran terkait untuk mengevaluasi setiap kendala di lapangan.
Usai menyebut 'ubi bombing', sejumlah pihak menyoroti efektivitas tepung ubi atau singkong untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Salah satunya Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University sekaligus pakar forensik kebakaran, Bambang Hero Saharjo.
Bambang menjelaskan bahwa potensi ubi atau singkong sebagai bahan pemadam itu berasal dari pati yang terkandung di dalamnya. Pati merupakan biopolimer yang tersusun terutama atas amilosa dan amilopektin.
Ketika pati diproses bersama air dan bahan tertentu, maka dapat menghasilkan bahan yang kental, atau menyerupai gel atau hidrogel.
"Di sinilah potensinya untuk teknologi pemadam kebakaran muncul," katanya, dikutip dari laman S3 Pendidikan Sains Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Adapun untuk bahan pemadam berbasis tepung pernah dipakai, tetapi bukan dari singkong melainkan dari jagung. Tepung jagung diproses beberapa material lain sehingga membentuk gel.