Perwira tinggi Polri kelahiran Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menyampaikan pergantian pimpinan adalah hal yang wajar dan lumrah dalam dinamika sebuah institusi. Namun, ia berharap personel tetap loyal pada siapa pun pimpinannya.
"Pesan saya tegaskan, loyalitas dan pengabdian kita bukanlah kepada figur atau pribadi pimpinannya, melainkan kepada institusi, negara, dan panggilan profesi," tegas dia.
"Jangan pernah bekerja hanya karena melihat siapa yang memimpin. Siapa pun yang berdiri di depan, tetaplah bekerja dengan dedikasi tertinggi. Pegang teguh prinsip: "Masalahmu adalah masalahku, bebanmu adalah bebanku." Tetaplah setia pada panggilan profesi kita sebagai anggota Polri," pungkasnya.