Itu artinya Burkina Faso datang dalam kondisi kelelahan dan harus menghadapi pemain-pemain papan atas di Timnas Argentina. Yang datang pun bukan tim senior, melainkan tim U-23!

Usut punya usut, keterlambatan itu terjadi karena adanya konflik internal di tubuh tim terkait jadwal penerbangan dan bayaran untuk pemain di laga tersebut.

Sejumlah pemain senior menolak terbang karena akan kelelahan jika dipaksa bermain, sehingga performanya tidak maksimal. Oleh karenanya, Pelatih Albiceleste Lionel Scaloni angkat topi buat perjuangan pemain muda Burkina Faso di laga itu.