Hanif mengatakan penanganan karhutla di sekitar kawasan bandar udara menjadi salah satu prioritas di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

"Kita optimalkan penanganan karhutla di ring satu atau di daerah yang berbatasan dengan bandara, dengan pendekatan model zonasi atau berbasis lanskap. Model ini diharapkan dapat dikembangkan di wilayah lain di Kalteng," ujarnya.

Ia menjelaskan penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kota, TNI, Polri, Manggala Agni, kelompok pemadam dari kalangan sukarelawan dan masyarakat, hingga pelaku usaha dari APHI dan Gapki.

"Untuk Palangka Raya, ada 175 regu yang terlibat, yang dikoordinasikan dengan baik oleh pemerintah provinsi, dengan dukungan berbagai pihak, termasuk kalangan usaha dari APHI dan Gapki," katanya.

Hanif menambahkan regu pemadam ditempatkan di beberapa zona berdasarkan titik-titik sumber air yang telah disiapkan, antara lain sumur bor. Pembagian tersebut diharapkan meningkatkan efektivitas pemadaman sekaligus memastikan penanganan menjangkau seluruh areal terdampak.