NADIKABAR.COM β Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menegaskan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus menyentuh akar persoalan tata kelola lahan, air, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat agar kebakaran tidak terus berulang.
βKarhutla adalah akibat, bukan sebab. Karena itu, kita harus mencari sumber persoalannya, mulai dari bagaimana tata kelola lahannya, tata kelola airnya, hingga bagaimana masyarakat dan kondisi sosial ekonominya dikelola,β kata Ketua Umum APHI Soewarso dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Soewarso menjelaskan kebakaran yang berulang di lokasi yang sama menunjukkan masih adanya persoalan mendasar yang belum diselesaikan.
Menurut dia, penanganan karhutla perlu menggabungkan kesiapan teknis dengan pendekatan sosial. Penguatan sarana pemadaman dan deteksi dini harus berjalan bersama pemberdayaan masyarakat, perbaikan tata kelola, serta pengembangan alternatif ekonomi yang berkelanjutan.
βPemadaman tetap penting, tetapi solusi permanen harus dimulai sebelum api muncul. Pencegahan perlu menjadi bagian dari pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,β ujarnya.
Soewarso menguraikan sejumlah faktor yang perlu menjadi perhatian, antara lain penggunaan api untuk membuka lahan karena dianggap murah dan cepat, keterbatasan pengetahuan mengenai dampak kebakaran, serta konflik penguasaan lahan.