"Wilayah utara di bawah pengelolaan Kota Bogor kita bantu 5 unit dengan anggota 30 orang, wilayah selatan 2 unit dan anggota 8 orang. Kendalanya yang terbakar TPA," imbuhnya.

Petugas mengungkap kendala pemadaman kebakaran di TPA Galuga. Kendala utama meliputi angin kencang hingga terbatasnya pasokan sumber air.

"Memang faktor yang memengaruhi itu cuaca dan angin yang cukup kencang, sehingga sangat berpotensi mudah menyala kembali api yang sudah padam," kata Jenal.

Selain itu, kata Jenal, stok air menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan. Kontur gunungan sampah yang mudah longsor juga memerlukan penanganan dengan penuh kehati-hatian.

"Stok air kita memang ini yang cukup menjadi kendala dan keterbatasan penglihatan. Jarak pandang sangat terbatas sehingga alat berat pun perlu hati-hati dalam melangkah," kata Jenal.

"Kontur yang berbukit dan bagian bawahnya bisa jadi ada yang kosong, dikhawatirkan longsor. Jadi kami sangat berhati-hati dan tentu terus berupaya maksimal dengan potensi yang ada," imbuhnya.

Saat ini, lanjut Jenal, penanganan dilakukan dengan melibatkan alat berat untuk mengurai sampah di titik kebakaran. Petugas juga melokalisasi area kebakaran dengan membuat lerengan agar api tidak merambat.

"Metode yang dilakukan oleh Pemkot dan jajaran, relawan, kemudian dari kabupaten juga, kita membuat lerengan agar api tidak menyebar dan kita lokalisasi di satu titik, tidak menyebar ke hamparan tempat pembuangan sampah yang kita miliki," kata Jenal.