NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoptimalkan pemadaman, penyekatan, pembasahan hingga pendinginan lahan gambut untuk mencegah api kembali muncul dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan di Jakarta, Selasa, mengatakan penanganan karhutla di Kalimantan menghadapi sejumlah tantangan, antara lain lahan gambut yang kering, keterbatasan akses sumber air, angin kencang, serta rendahnya jarak pandang akibat kabut asap.
"Padam di permukaan belum tentu padam di bawah. Jadi harus didinginkan, bagaimana kita butuh air untuk mendinginkan ini," kata Berton dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Untuk mendeteksi bara di bawah permukaan, BNPB menggunakan drone termal guna mengetahui keberadaan titik panas yang tidak terlihat dari permukaan.
Dengan demikian, petugas dapat melakukan penyuntikan air maupun surfaktan pada lokasi yang masih menyimpan bara.