NADIKABAR.COM — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) membidik kawasan terpadu koridor timur Jakarta sebagai hub investasi baru seiring potensi pengembangan aktivitas bisnis dan dukungan infrastruktur di wilayah tersebut.
Salah satu kawasan yang dinilai memiliki potensi untuk mendukung pengembangan itu adalah Jakarta Garden City (JGC) di Cakung, Jakarta Timur.
"Di wilayah ini, Jakarta Garden City menjadi salah satu kawasan terpadu yang mempunyai potensi berkembang lebih pesat lagi ke depannya, karena ketersediaan infrastruktur lengkap, aksesibilitas mudah dan memiliki sarana transportasi yang baik," kata Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Apindo Jakarta Timur Alfian Dani dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Untuk mendorong potensi tersebut, Apindo menjalin kerja sama strategis dengan PT Modernland Realty Tbk. selaku pengembang JGC guna memperkuat sinergi antara dunia usaha dan sektor properti.
Kerja sama kedua pihak mencakup pengembangan potensi bisnis, perluasan jejaring usaha, serta penciptaan nilai tambah bagi pelaku usaha dan pemangku kepentingan.
Alfian menjelaskan JGC merupakan kawasan kota mandiri terpadu seluas 370 hektare yang mengintegrasikan kawasan hunian, area komersial, serta berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang kebutuhan masyarakat dan aktivitas bisnis.
Menurut dia, konsep pengembangan kawasan yang terintegrasi tersebut berpotensi membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan jaringan bisnis di Jakarta Timur dan sekitarnya.
"Kerja sama strategis antara Apindo dan Jakarta Garden City diharapkan membawa banyak dampak positif khususnya bagi pelaku usaha, seperti saat ini yang hadir kurang lebih 100 anggota yang bisa merasakan optimisme dan manfaat langsung dari kerja sama yang terjalin," tuturnya.
Direktur Sales dan Marketing PT Modernland Realty Tbk. Jonson Lim mengatakan Apindo memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dunia usaha dan meningkatkan daya saing pelaku bisnis nasional.
Maka dari itu, pihaknya menjalin kerja sama strategis dengan Apindo guna membuka peluang kolaborasi dan mendukung pertumbuhan aktivitas bisnis di kawasan JGC.
Dari sisi pengembangan kawasan, JGC dirancang sebagai kota mandiri yang mengintegrasikan kebutuhan hunian, fasilitas komersial, dan ruang terbuka hijau.
Kawasan seluas 370 hektare tersebut mengalokasikan lebih dari 30 persen lahannya untuk ruang terbuka hijau, yang mencakup taman komunitas, danau buatan, jalur sepeda, serta koridor hijau penghubung antarklaster.
JGC juga dilengkapi sejumlah fasilitas komersial dan publik, antara lain IKEA, sekolah internasional Singapore Intercultural School (SIS), Sekolah Global Mandiri, SPBU Shell dan BP, pasar modern, serta Mayapada Hospital.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi hunian, komersial, pendidikan, dan layanan kesehatan dalam satu kawasan.