NADIKABAR.COM — Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif menyebut kapasitas pusat data (data center) di Indonesia diproyeksikan melampaui 1.000 megawatt (MW) pada 2030 seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital.
"Kapasitas pusat data yang telah beroperasi secara nasional saat ini mencapai sekitar 540 MW, sedangkan kebutuhan infrastruktur diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan," ujarnya usai peluncuran pusat data PT Tigabelas Solusi Nusantara (TSN) di Lamongan, Jawa Timur, Kamis.
Ia menjelaskan, permintaan terhadap data center masih tinggi karena banyak penyedia yang kapasitasnya diperkirakan sudah penuh dalam beberapa tahun ke depan sehingga perlu menyiapkan pembangunan fasilitas baru.