Beberapa jam kemudian, Kementerian Situasi Darurat Rusia menyatakan aplikasi seluler miliknya menjadi sasaran serangan siber berskala besar yang memungkinkan para pelaku mengirimkan informasi palsu kepada masyarakat.
Kementerian tersebut menegaskan bahwa sistem peringatan publik Rusia secara keseluruhan tetap beroperasi normal dan tidak terdampak oleh peretasan tersebut.
Menurut kementerian, masyarakat tetap menerima peringatan melalui sirene dan pengeras suara, pesan singkat (SMS), serta siaran televisi dan radio. Pihak kementerian Rusia menambahkan bahwa seluler itu, hanya merupakan layanan informasi tambahan.
Kementerian Situasi Darurat Rusia menyatakan para ahli tengah bekerja untuk memulihkan fungsi normal aplikasi tersebut dan memastikan situasi masih terkendali.