NADIKABAR.COM — Apple mungkin menaikkan harga untuk gadget-gadget terbarunya seperti iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max sebagai imbas dari kenaikan harga memori yang mungkin berlaku pada tahun depan.

Dilaporkan GSM Arena, Kamis (17/9) waktu setempat, kenaikan harga sebelumnya sudah dilakukan Apple pada saat merilis iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max dengan harga gawai yang lebih mahal 100 dolar AS (sekitar Rp1,7 jutaan) dibandingkan generasi sebelumnya untuk seri yang sama di 2025.

Namun kenaikan harga tambahan tampaknya tidak dapat dihindari karena Apple menjadi salah satu perusahaan yang dikabarkan tengah melakukan negosiasi ulang harga DRAM (dynamic random access memory) dan memori penyimpanan NAND dengan Samsung sebagai produsen memori.

Samsung dan Apple tampaknya sudah mencapai kesepakatan mengenai harga baru tersebut.

Apple dilaporkan akan membayar sekitar 2 dolar AS (sekitar Rp35 ribu) per gigabit RAM LPDDR5X dan 0,33 dolar AS (sekitar Rp5 ribu) per gigabit penyimpanan NAND mulai kuartal pertama 2027.

Sebagai perbandingan, harga Samsung untuk kedua solusi memori tersebut pada kuartal ketiga tahun 2026 adalah 1,5 dolar AS (sekitar Rp26 ribu) untuk RAM dan 0,26 dolar AS (sekitar Rp4 ribuan) untuk NAND masing-masing dengan kapasitas yang sama.

Apple bukanlah satu-satunya produsen ponsel pintar yang diminta Samsung kembali ke meja negosiasi.

Menariknya, Oppo dan vivo dilaporkan menolak harga yang lebih tinggi yang diminta Samsung.

Karena negosiasi yang gagal, mungkin penggemar teknologi harus menunggu pembongkaran ponsel unggulan vivo dan Oppo berikutnya untuk mengetahui pemasok lain yang mereka pilih.

Penerjemah: Livia Kristianti